Jumat, 06 Desember 2013

Tiga Hati Dua Cinta



Kisah Tiga Hati Dua Cinta
Pagi hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas. Aku adalah seorang anak SMP 5 Sumedang. Pada pagi itu aku berangkat sekolah dengan penuh semangat 48. Setelah sampai di sekolah aku segera memarkirkan motor, dan langsung berlari menuju ke kelas untuk meletakkan tas dan langsung berlari ke lapangan upacara karena upacara bendera hampir dimulai.karena udah telat aku pun berlari dengan kecepatan penuh. Tiba-tiba, tanpa sengaja aku menabarak seorang cewek sampai dia terjatuh. Dengan rasa bersalah ditambah dengan rasa malu, aku pun menolongnya untuk berdiri. Setelah berdiri aku meminta maaf dan sekalian mengajaknya berkenalan. “maaf ya.. telah menabarakmu sampai jatuh.” Kataku. “iya kak, gak apa-apa kok” katanya. “kenalkan aku Fauzi, anak kelas 9,” kataku. “aku Melody kak, anak kelas 7” katanya. “aku duluan ya, udah telat tu, km juga cepet-cepet ke lapangan!!” kataku. “iya kak” katanya. Aku pun terus ke lapangan upacara sementara Melody kembali ke kelasanya untuk menaruh tasnya.
Seminggu berlalu setelah kejadian itu, tanpa sadar ternyata setiap hari Melody memperhatikanku. Akhirnya pada suatu hari di kantin sekolah, tiba-tiba Melody menghampiriku. “siang kak, bolehkah aku duduk di sini??”, sapa Melody. “pagii, silahkan-silahkan, jangan malu-malu, anggap saja rumah sendiri.” Jawabku. Kami pun terus mengobrol smbil menikmati makanan kami. Tanapa terasa bell tanda masuk telah berbunyi. Sebelum berpisah Melody meminta nomer hape ku “kak, kalo boleh minta nomor hp mu dong” katanya. “tentu saja boleh, ini” kataku sambil memberikan potongan kertas yang bertuliskan nomor hapeku. Kamipun langsung menuju ke kelas masing-masing.
Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan kami lewati, tanpa terasa sudah setahun berlalu. Saat ini adalah ujian kenaikan kelas, kebetulaan saat ujian aku satu meja dengan Melody. Kami berdua mengerjakan soal ujian degan sungguh-sungguh. Seminggu berlalu, ujian pun selesai. Setelah selesai ujian, di sekolah kami biasanya mengadakan pensi kecil-kecilan. Kami berdua pun menonton pensi itu bersama-sama. Saat pensi itu berlangsung, tiba-tiba Melody berkata “kak ikut aku sebentar” katanya. “mau kemana??” jawabku. “ikut aja dulu Kak!!” katanya. Tanpa berkata apa-apa, aku pun mengikutinya, ternyata Melody mengajakku ke mall di samping sekolah. Disana dia mengajakku ke sebuah tempat makan. Disana kami mengobrol kesana-kesini tidak jelas. Obrolan kami pun semakin asik. Tiba-tiba tanpa disengaja tanpa diduga, pacarku yang bernama Lina lewat di tempat itu dan memlihat ku sedang berduaan dengan Melody, pada saat itu juga Lina langsung berlari keluar dari mall itu sambil menangis. Aku pun yang merasa bersalah mencoba mengejarnya dan ingin menjelaskan kejadian sebenarnya, tapi belum sempat terkejar, Lina pun sudah masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas. Aku pun berusaha menelepon, SMS,BBM, Whatsapps untuk menjelaskan kejadian tadi, tetapi g di hiraukan. Sambil terus berusaha menghubungi Lina, aku pun kembali ketempat Melody tadi. Sampainya disana, aku terkejut karena Melody sudah tidak ada disana, yang ku temukan disana Cuma selembar tissu yang bertuliskan ( terima kasih kak, kamu telah memberi harapan kepadaku, dan sebenarnya aku suka padamu, terimakasih sekali lagi.. Melody). Sejak saat itu Melody dan Lina tidak bisa aku hubungi, bahkan setiap aku kerumah mereka, penjaga rumahnya selalau bialang kalo mereka tidak ada di rumah. Begitupun di kelas Melody, kata teman-temanya Melody sudah beberapa hari tidak masuk.
Hari demi hari ku lewati dengan rasa bersalah kepada mereka, dan aku masih berusaha menghubungi mereka untuk menjelaskan semuanya. Tiba-tiba, ibunya Lina menelponku dan mengatakan kalau Lina sudah meninggalkan kita semua. Begitu juga dengan Melody, ibunya juga menelponku, dan mengatakan hal yang sama. Menurut Ibu mereka: sebelum meninggal mereka berdua seperti orang yang sangat sedih dan sering melamun. Setelah mendengar kanar itu akupun menjadi merasa sangat bersalah, dan hari-hariku ku lewati dengan melamun dan melamun. Akhirnya, akupun jatuh sakit dan tak berapa lama kemudian akupun menyusul mereka ke alam lain.

By ; Muhammad Nur Fauzi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar