Rabu, 04 Desember 2013

Cinta Tak Harus Memiliki

"TIDAKKKKKK!!!!!!" teriaku saat melihat jam sudah mencapai angka setengah 7.
"Damn..... Aku kan ada ujian praktek!!!" teriakku dalam hati.

Perkenalkan namaku Fauzi. Aku sekarang duduk di kelas 9 smp dan akan melaksanakan ujian praktek hari ini JAM 7 dan aku baru bangun JAM 06.30. Alhasil, aku kesekolah cuma cuci muka dan pakai parfum ajah.

Sampai disekolah, aku langsung ke kelas. Tiba-tiba ada yang nepuk aku dari belakang.
"Bang, udah mandi belum???" canda adik kelasku.
"Udah lah..." jawabku bohong.
Jelas gengsi lah aku kalau ngomong yang sebenernya sama adik kelas yamg aku suka. Namanya Nabilah. dia anak kelas 7B. Dia adalah adik kelas aku yang paling deket sama aku. Kita mungkin udah sehati. pernah pas aku gak masuk, Nabilah juga gak masuk. Entah itu kebetulan atau emang takdir.

"Woyyy, bang!!!!!" panggil Nabilah membuyarkan lamunanku
"iya...?" jawabku...
"kamu entar ujian praktek apa bang?" tanya dia.
"Drama bahasa indonesia" jawabku singkat.
"asekkkk.... Jadi apaan lu??" tanya dia lagi.
"Jadi penjaga hatimu...." Jawabku gombal.
"Aseeekkk....... Gombalan kamu keren abiss bang..." kata Nabilah

Akhirnya aku masuk ke kelas. Sambil ngafalin teks drama, aku nyiapin kostumku. Aku disini jadi pembunuh bayaran.
Ujian praktek pun selesai, tapi aku belum pulang. Aku pingin ngajak dia jalan dan ngomongin perasaan aku yang sebenarnya ke dia.

"Udah Nab? kamu mau pulang dulu apa langsung jalan?" tanya aku.                                                      "Langsung ajah deh bang... Ntar keburu sore...." ajak dia.
"Oke... Kita ke FX ajah ya..." Ajak Aku.
"Sippp...." tutup Nabilah

Setelah sampai di FX, aku ajak dia makan.
"Emang kamu mau ngomong apasih bang ke aku? Kan ngomong disekolah ajah gak apa..."
"Gak enak dong... Kurang romantis...."
"apaan sih..." jawab Nabilah malu-malu.
"Jadi gini Nab, kita kan udah lama nih temenan dari SD. Walaupun umur kita bedah, dan lu masih kecil, tapi.... Aku cinta Nab sama lu..."
"hahhh!!!" jawab Nabilah kaget.
"Iya Nab, aku cinta sama kamu..."
"Serius bang???" tanya Nabilah gak percaya.
"Iya Nab... Kamu mau kan, jadi pacar aku? Yang nerima aku apa adanya?"
"Iya bang, aku mau....." Jawab Nabilah malu.
"YESSS!!!! Terima Kasih Ya Allah....." teriak aku dalam hati.
"Kamu gak usah manggil aku abang lagi, panggil ajah Fauzi" mintaku.
"Iya Fauzi...." jawab Nabilah
"Nab, aku ingin kita slalu bersama, walaupun badai memisahkan kita, walaupu arus menerjang kita, aku ingin kamu selalu ada disisiku Nab"
"Aku akan slalu disisi kamu kok Zi, aku cinta sama kamu" jawab Nabilah.

Yah, itu yang bisa kuingat tentang Aku dan Nabilah. Aku menangis melihat lelaki memakaikan cincin di jari manis Nabilah. Ya, Nabilah menikah dengan lelaki lain. Ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan pengusaha kaya. Cerita yang diatas? Itu hanya kenangan masa lalu saja.... Aku yakin, bisa melupakan Nabilah, walau sulit rasanya.... Tanpa sengaja, aku melihat Nabilah melirik ke arah ku sambil tersenyum dan menangis. Aku tahu, ia masih mencintaiku. "Sampai kapanpun, aku akan selalu mencintaimu, NABILAH" ujarku dalam hati, lalu pergi meninggalkan tempat.

Yah, memang... "Cinta tak harus memiliki"


--TAMAT--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar