Sabtu, 14 Desember 2013

Kisah Mengharukan member AKB48
  Berangkat dari sebuah keluarga sederhana di
Fukuoka, Mariko berangkat ke Tokyo untuk ikut
audisi generasi pertama AKIHABARA48.
( kemudian akan berubah menjadi AKB48 ),
setelah melihat iklan disebuah majalah mengenai
audisi Idol Group di Akihabara, Tokyo. Sayangnya
dia tidak lulus seleksi tahap awal di bulan Oktober
2005. Dan malangnya, Mariko menerima berita
bahwa orang tuanya di kampung halamannya
tidak mampu lagi membiayai kehidupan Mariko di
kota besar seperti Tokyo. Dan Mariko pun tidak
memiliki uang untuk kembali ke kampung
halamannya.
Foto
Mau tidak mau, Mariko harus berusaha
menghidupi dirinya sendiri dengan cara bekerja.
Kebetulan, sebuah kafe di depan AKB48 Theater
berada, sedang mencari karyawan dan Mariko
diterima bekerja disana sebagai pelayan, di bulan
Desember 2005. Mariko adalah seorang pelayan
yang sangat baik dan akrab dengan para
pelanggan. Karena itulah Mariko begitu disukai oleh
semua pengunjung kafe itu.
Foto
   Hampir setiap malam, di bulan Desember, selesai
bekerja di kafe, Mariko masih berdiri di pinggir jalan
di depan gedung untuk membagikan brosur
tentang keberadaan Theater AKB48 yang sudah
memulai pertunjukkan namun sangat minim
penonton. Dan bisa dia lakukan hingga larut tengah
malam. Saat Mariko membagikan brosur, dalam
udara musim dingin yang sangat menusuk tulang,
banyak sekali cobaan yang harus dilaluinya. Tidak
jarang Mariko melihat brosur yang dia bagikan
dibuang dan disobek di depan matanya, dimaki
orang karena menghalangi jalan, beberapa kali
hampir tertabrak sepeda. Memang sangat
menyakitkan, namun, Mariko tidak menyerah. Dia
masih memiliki impian, suatu saat dia akan berdiri
diatas panggung Theater AKB48, untuk menari dan
bernyanyi bersama rekan-rekannya.
Foto
   Suatu ketika, di bulan berikutnya, Januari 2006,
manajemen AKB48 mengadakan pemilihan/polling
siapa member AKB48 terfavorit dari penonton
sekaligus pengunjung Café di gedung itu. Dan
diluar dugaan, ternyata nama Mariko Shinoda
menjadi pemenangnya, padahal Shinoda bukanlah
personil dari AKB48. Bahkan staff AKB48 sempat
meragukan apakah ada kesalahan dari polling yang
diadakan ini ? Mariko Shinoda hanyalah seorang
pelayan di Cafe Theater itu. Para fans ternyata
melihat begitu keras perjuangan Mariko agar bisa
masuk sebagai personil AKB48.
Foto
   Mengetahui hasil polling ini, Presiden sekaligus
pendiri dari AKB48, Akimoto Yasushi,
menghampiri Mariko di Café tempatnya
bekerja.Saat itu Mariko sedang membersihkan
meja sambil bersiap membagikan brosur lagi di
luar gedung. Akimoto datang sambil menyerahkan
sebuah CD dan Video dari koreografi dari single
AKB48. CD tersebut berisikan 12 lagu. Akimoto
memberikan tantangan kepada Mariko ( yang
pernah ditolak di audisi awal ). “Jika kau bisa
menghafal ke-12 lagu dalam album CD serta
menghafal seluruh gerakan tarinya dalam waktu 4
hari, saya ijinkan kamu bergabung dengan AKB48
dan ikut tampil di pertunjukkan berikutnya".
Hari itu adalah tanggal 18 Januari 2006. Selama 4
hari ke depan, tidak ada hal lain yang dilakukan
Mariko kecuali berlatih, berlatih dan berlatih.
Foto
   Hasilnya, tepat tanggal 22 Januari 2006, Perjuangan
dan kerja keras Shinoda Mariko terbayarkan. Dia
naik panggung dengan mengenakan kostum
AKB48 dan namanya tercantum dalam Team A
dan berhak ikut dalam single pertama AKB48
berjudul “Sakura no Hanabiratachi”, yang dirilis
bulan Februari 2006. Impian Mariko-pun menjadi
kenyataan. Dan sampai hari ini, Mariko masih
memegang teguh prinsipnya. "Sesulit apapun,
asalkan kau terus berusaha dan tidak
menyerah, hasil yang baik akan selalu
datang."
Foto
   Dari tahun ke tahun, bakat Mariko semakin terasah
di AKB48. Dengan semakin banyaknya personil
AKB48 dari tahun ke tahun, maka di tahun 2009,
diadakan 1st AKB48 Senbatsu Sousenkyo untuk
menentukan siapa saja yang berhak masuk ke
dalam single terbaru AKB48. Pengambilan suara
diambil berdasarkan pilihan dari para fans setia
AKB48 dari seluruh Jepang, bahkan dunia. Nama
Shinoda Mariko menduduki peringkat 3 ( 2009 ),
peringkat 3 (2010) dan peringkat 4 (2011).
Foto
Tahun 2011, Mariko menerbitkan majalah Fashion-
nya sendiri yang diberi judul “Mariko Magazine”,
berisikan berbagai informasi di dunia fashion dari
seluruh dunia dan beberapa artikel tentang
perjalanan Mariko bersama AKB48 ke Eropa dan
Amerika. Di tahun yang sama pula, Mariko
mencoba talenta lainnya yaitu merancang busana
untuk pengantin/wedding dress yang diberi nama
“Love Marie”. Bakat lainnya adalah menjadi pengisi
suara film Hollywood yang di dubbing ke bahasa
Jepang "In Time". Dan akhir tahun yang sama,
Shinoda Mariko untuk pertama kali menjadi Center
dalam Single AKB48 ke 24 "Ue Kara Mariko" karena
memenangkan 2th AKB48 Janken Tournament.
Namun masih ada 1 lagi impian Mariko yang belum
tercapai. Suatu saat, Mariko ingin menjadi seorang
sutradara Film atau Sutradara video clip.
Bulan Juni 2012 dimana diadakan kembali Senbatsu
Sousenkyo untuk ke-4 kalinya, Mariko kembali
duduk di posisi nomor 5 dan berhak tampil
sebagai dalam single AKB48 ke 27th "Gingham
Check" dan kejutan luar biasa terjadi ketika di
Konser Impian AKB48 di Tokyo Dome, bulan
September 2012, dimana
Shinoda Mariko terpilih sebagai Kapten AKB48
Team A, menggantikan posisi Takahashi Minami
yang naik pangkat sebagai General Manager
AKB48.

Owner48

Tidak ada komentar:

Posting Komentar